Senin, 04 September 2017

Resume Buku KEUANGAN NEGARA DALAM TEORI DAN PRAKTEK



Resume Buku KEUANGAN NEGARA DALAM TEORI DAN PRAKTEK
karya Drs. Suparmoko M.A Ph.D


PENULIS : ANGGA ROSIDIN (6670150003)

Keuangan negara merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mampu menjalankan keadaan keuangan dalam sebuah negara. Berbeda dengan perekonomian modern bahwa subyek – subyek ekonomi terdiri dari rumah tangga, perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa, pemerintah/negara dan subyek luar negeri. Semua empat aspek sendiri penulis mengamati keinginan atau memberikan kepuasan bagi subyek ekonomi. Melihat ini semua perlu ekonomi, yang paling besar pemerintah atau negara biala dijelaskan lebih jauh, ekonomi pemerintah/negara menguasai hajat orang banyak dan perlu diketahui juga uang-uang atau hasil input dan output negara adalah triliunan rupiah. Sungguh sangat besar dan yang mengelola keuangan negara haruslah orang bijak dan cerdas karena mudah diselewengkan. Untuk menejemen negara di indonesia biasa disebut APBN atau anggaran pendapatan dan belanja negara. Dalam perumusan RAPBN sesuai dengan teori bahwa ‘’pengeluaran negara akan mempengaruhi pendapatan negara yang  berjuang untuk mensejahterakan rakyat secara keseluruhan”. Hal ini sangatlah baik APBN kita meningkat, apsti kesejahteraan kita meningkat. Tapi sayangnya hal itu juga membuat efek bahwa hutang kita keluar negeri meningkat. Ini adalah hal penting dan juga pertanyaan besar yang perlu dijawab secara bersama. Apakah hutang kita keluarnegri akan berkurang jika APBN ditingkatan tiap tahun? Setidaknya ilmu keuangan negara membawa kita kepada perumusan ilmiah tentang fenomena keuangan negara.
Selain itu juga pemerintah memeiliki peranan penting dimasyarakat yaitu sebagai pembangunan. Jika kita kita liaht teori Adam smith “pemerintah memiliki tiga pungsi yaitu bidang pertahanan nasional, keadilan sosial dan pekerjaan umum”. Melihat itu semua dalam perekonomian indonesia tentu saja indonesia menganut ekonomi pansasila dan artinya indonesia bukan negara yang menganut liberalis. Semua ekonomi dipegang individu/swasta. Ataupun buakan negara komunis/sosialis yang semua kendali ekonomi adalah pemerintah secara total. Namun dalam ekonomi indonesia adalah menyeimbangkan peran pemerintah dan swasta yang tujuannya seperti sebelumnya mensejahterakan rakyat secara keseluruan selanjutnya ada permasalahan dalam mekanisme pasar secara umum yaitu adanya barang-barang kolektif (collective goods) perbedaan biaya privat dan biaya sosial, adanya resiko yang sangat besar, sifat-sifat monopoli, adanya inflasi dan deflasi, semakin berkembangnya perusahaan-perusaan dan pabrik-pabrik dan adanya distribusi dan pendapatan yang tyidak merata.
            Berbeda dengan eksternalitas dan barang publik. Seperti halnya nonviral consuption dapat diartikan sebagai sejumlah orang dapat mengonsumsikan secara simultan akan barang tersebut, atau dapat dikatakan pada tingkat produksi tertentu konsumsi barang tersebut tidak akan mengurangi jumlah yang tersedia bagi orang lain seperti jalan dan pertahanan nasional. Sedangkan non-exclution itu apakah mau membayar atau tidak dal konsumsi barang pulik itu, ia tetap dapat memperoleh maanfaat contoh pendidikan. Kedua masalah ini adalah masalah yang kadang – kadang tak pernah diurusi oleh pemrintah karena itu semua adalah barang publik. dan pada dasarnya kegitan pemerintah yaitu alokasi, distribusi, stabilisasi dan pertumbuhan.
             Dalam perekonomian saat pengeluaran pemerintah indonesia. Ada sebuah kata ideal oleh pemerintah kita yaitu kegiatan pemerintah harus meningkat secara terus menerus karena negara kita adalah negara berkembang. Dialetika prekonomiaan kita sangatlah baik jika dikelola dengan baik pula oleh pemerintah sebagai pengendali atau pelopor maka dari itu semakin besar dan banyak kegiatan pemerintah semakin besar pula pengeluaran pemerintah yang bersangkutan. Seorang ilmuan ekonomi Adolph Wagner mengemukakan suatu hukum yang disebut dengan ‘’ Law of Ever Increasing State Activy’’ (hukum tentang selalu kegiatan tentang pemerintah). Bagi negara maju pada abad 19 terutama pengeluaran itu selalu meningkat dari tahun ketahun baik dalam arti uang maupun secara rill ataupun secara absolut maupun relatif dalam perbandingannya dengan pendapatan nasional (GNP) yang disebabkan oleh adanya perkembangan sosial. Inilah hal yang baik dalam teori Adolph Wagner karena sesungguhnya negara yang baru berkembang membutuhkan pembangunan dan pergerakan dalam menciptakan suatu keadaan yang lebih baik untuk negara-negara berkembang membutuhkan semua sarana dan prasarana yang cukup baik sedangkan pengeluaran dapat diusahakan oleh pemerintah. Adapun sebab sebab dari kegiatan pemerintah yang selalu meningkat adanya perang , adanya tingkat penghasilan dalam masyarakat, adanya urbanisasi yang membarengi perkembangan ekonomi, perkembangan demokrasi, perkembangan peranan pemerintah sebangai penggerak dan pelopor pembangunan ekonomi, dan terakhir timbul program kesejahteraan rakyat.
Untuk masalah selanjutnya yaitu sebuah pengeluaran pemerintah yang menyangkut keepesienan. Jika kita berkaca tentang segitiga perekonomian ada pemrintah dipuncak dan dikanan kiri ada masyarakat dan swasta dan terlaludan selalu otoriter jika negara yang penuh pemegang kekuasaan. Lantas kita sebagai masyarakat ingin meliaht itu kebijakan atau tidak maka ada empat kriteria yang perlu dinilai yaitu keadilan (equality), efisiensi ekonomi (economic efficienty), kebapakan (paternalisme), dan kebebasan perorangan. Tak haya efisiensi untuk menjajiakn pengeluaran pemeri tah baik ada juga kebijakan yang subsidi yang memberikan efek baik terhadap masyarakat mskipun ini ekonomi makro yang disubsidi akan tetapi pengaruhnya kemasyarakat setiap tiap individunya bahkan subsidi barang menjadi sebuah metode untuk adapun pengaruh subsidi sebagai berikut.
Ø  Mengurangi jumlah pembelian untuk barang-barang yang disubsudikan tetapi konsumsi total bertambah
Ø  Tidak mengubah konsumsi total
Ø  Konsumsi menjadi lebih tinggi (offerconsumtive)
Ø  Konsumsi menjadi lebih rendah (underconsumtive)
Sebagai pembanding bahwa subsidi barang membawa masyarakat untuk lebih produktif berkarya. Contoh subsidi pupuk, subsidi lainnyasedangkan subsidi membaawa kemajuan pemerintah dari beberapa penelitian, memang subsidi sangat dekat dengan masyarakat. Tapi ada juga pengeluaran negara yang tujuannya untuk masyarakat seperti membuat proyek yang hasilnya buat masyarakat, membuat fasilitas pertanian, pendidikan, membuat taman rekreasi atau membuat monument, pertahanan dan pembiayaan yatim piatu atau gelandangan. \


Tidak ada komentar:

Posting Komentar