Resume
Buku KEUANGAN NEGARA DALAM TEORI DAN PRAKTEK
karya
Drs. Suparmoko M.A Ph.D
PENULIS : ANGGA ROSIDIN
(6670150003)
Keuangan
negara merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mampu menjalankan keadaan
keuangan dalam sebuah negara. Berbeda dengan perekonomian modern bahwa subyek –
subyek ekonomi terdiri dari rumah tangga, perusahaan yang menghasilkan barang
dan jasa, pemerintah/negara dan subyek luar negeri. Semua empat aspek sendiri
penulis mengamati keinginan atau memberikan kepuasan bagi subyek ekonomi. Melihat
ini semua perlu ekonomi, yang paling besar pemerintah atau negara biala
dijelaskan lebih jauh, ekonomi pemerintah/negara menguasai hajat orang banyak
dan perlu diketahui juga uang-uang atau hasil input dan output negara adalah
triliunan rupiah. Sungguh sangat besar dan yang mengelola keuangan negara
haruslah orang bijak dan cerdas karena mudah diselewengkan. Untuk menejemen
negara di indonesia biasa disebut APBN atau anggaran pendapatan dan belanja
negara. Dalam perumusan RAPBN sesuai dengan teori bahwa ‘’pengeluaran negara
akan mempengaruhi pendapatan negara yang
berjuang untuk mensejahterakan rakyat secara keseluruhan”. Hal ini
sangatlah baik APBN kita meningkat, apsti kesejahteraan kita meningkat. Tapi sayangnya
hal itu juga membuat efek bahwa hutang kita keluar negeri meningkat. Ini adalah
hal penting dan juga pertanyaan besar yang perlu dijawab secara bersama. Apakah
hutang kita keluarnegri akan berkurang jika APBN ditingkatan tiap tahun?
Setidaknya ilmu keuangan negara membawa kita kepada perumusan ilmiah tentang fenomena
keuangan negara.
Selain
itu juga pemerintah memeiliki peranan penting dimasyarakat yaitu sebagai
pembangunan. Jika kita kita liaht teori Adam smith “pemerintah memiliki tiga
pungsi yaitu bidang pertahanan nasional, keadilan sosial dan pekerjaan umum”.
Melihat itu semua dalam perekonomian indonesia tentu saja indonesia menganut
ekonomi pansasila dan artinya indonesia bukan negara yang menganut liberalis.
Semua ekonomi dipegang individu/swasta. Ataupun buakan negara komunis/sosialis
yang semua kendali ekonomi adalah pemerintah secara total. Namun dalam ekonomi
indonesia adalah menyeimbangkan peran pemerintah dan swasta yang tujuannya
seperti sebelumnya mensejahterakan rakyat secara keseluruan selanjutnya ada
permasalahan dalam mekanisme pasar secara umum yaitu adanya barang-barang
kolektif (collective goods) perbedaan biaya privat dan biaya sosial, adanya
resiko yang sangat besar, sifat-sifat monopoli, adanya inflasi dan deflasi,
semakin berkembangnya perusahaan-perusaan dan pabrik-pabrik dan adanya
distribusi dan pendapatan yang tyidak merata.
Berbeda dengan eksternalitas dan
barang publik. Seperti halnya nonviral consuption dapat diartikan sebagai
sejumlah orang dapat mengonsumsikan secara simultan akan barang tersebut, atau
dapat dikatakan pada tingkat produksi tertentu konsumsi barang tersebut tidak
akan mengurangi jumlah yang tersedia bagi orang lain seperti jalan dan
pertahanan nasional. Sedangkan non-exclution itu apakah mau membayar atau tidak
dal konsumsi barang pulik itu, ia tetap dapat memperoleh maanfaat contoh
pendidikan. Kedua masalah ini adalah masalah yang kadang – kadang tak pernah
diurusi oleh pemrintah karena itu semua adalah barang publik. dan pada dasarnya
kegitan pemerintah yaitu alokasi, distribusi, stabilisasi dan pertumbuhan.
Dalam perekonomian saat pengeluaran pemerintah
indonesia. Ada sebuah kata ideal oleh pemerintah kita yaitu kegiatan pemerintah
harus meningkat secara terus menerus karena negara kita adalah negara
berkembang. Dialetika prekonomiaan kita sangatlah baik jika dikelola dengan
baik pula oleh pemerintah sebagai pengendali atau pelopor maka dari itu semakin
besar dan banyak kegiatan pemerintah semakin besar pula pengeluaran pemerintah
yang bersangkutan. Seorang ilmuan ekonomi Adolph Wagner mengemukakan suatu
hukum yang disebut dengan ‘’ Law of Ever Increasing State Activy’’ (hukum
tentang selalu kegiatan tentang pemerintah). Bagi negara maju pada abad 19
terutama pengeluaran itu selalu meningkat dari tahun ketahun baik dalam arti
uang maupun secara rill ataupun secara absolut maupun relatif dalam
perbandingannya dengan pendapatan nasional (GNP) yang disebabkan oleh adanya
perkembangan sosial. Inilah hal yang baik dalam teori Adolph Wagner karena
sesungguhnya negara yang baru berkembang membutuhkan pembangunan dan pergerakan
dalam menciptakan suatu keadaan yang lebih baik untuk negara-negara berkembang
membutuhkan semua sarana dan prasarana yang cukup baik sedangkan pengeluaran
dapat diusahakan oleh pemerintah. Adapun sebab sebab dari kegiatan pemerintah
yang selalu meningkat adanya perang , adanya tingkat penghasilan dalam
masyarakat, adanya urbanisasi yang membarengi perkembangan ekonomi,
perkembangan demokrasi, perkembangan peranan pemerintah sebangai penggerak dan
pelopor pembangunan ekonomi, dan terakhir timbul program kesejahteraan rakyat.
Untuk
masalah selanjutnya yaitu sebuah pengeluaran pemerintah yang menyangkut
keepesienan. Jika kita berkaca tentang segitiga perekonomian ada pemrintah
dipuncak dan dikanan kiri ada masyarakat dan swasta dan terlaludan selalu
otoriter jika negara yang penuh pemegang kekuasaan. Lantas kita sebagai
masyarakat ingin meliaht itu kebijakan atau tidak maka ada empat kriteria yang
perlu dinilai yaitu keadilan (equality), efisiensi ekonomi (economic efficienty),
kebapakan (paternalisme), dan kebebasan perorangan. Tak haya efisiensi untuk
menjajiakn pengeluaran pemeri tah baik ada juga kebijakan yang subsidi yang
memberikan efek baik terhadap masyarakat mskipun ini ekonomi makro yang
disubsidi akan tetapi pengaruhnya kemasyarakat setiap tiap individunya bahkan
subsidi barang menjadi sebuah metode untuk adapun pengaruh subsidi sebagai
berikut.
Ø Mengurangi
jumlah pembelian untuk barang-barang yang disubsudikan tetapi konsumsi total
bertambah
Ø Tidak
mengubah konsumsi total
Ø Konsumsi
menjadi lebih tinggi (offerconsumtive)
Ø Konsumsi
menjadi lebih rendah (underconsumtive)
Sebagai
pembanding bahwa subsidi barang membawa masyarakat untuk lebih produktif
berkarya. Contoh subsidi pupuk, subsidi lainnyasedangkan subsidi membaawa
kemajuan pemerintah dari beberapa penelitian, memang subsidi sangat dekat
dengan masyarakat. Tapi ada juga pengeluaran negara yang tujuannya untuk
masyarakat seperti membuat proyek yang hasilnya buat masyarakat, membuat
fasilitas pertanian, pendidikan, membuat taman rekreasi atau membuat monument,
pertahanan dan pembiayaan yatim piatu atau gelandangan. \
Tidak ada komentar:
Posting Komentar